Seminggu persisnya, aku bermalam di RSUD kota tempat aku tinggal
disini awalnya aku merasa sangat asing, amat mencekam dan penuh kewaspadaan.
persisnya aku mengalami dan menyaksikan apa yang terjadi diruangan bapak di rawat.
awal masuk bapak hanya ditemani adik kecil ku, entah nyaman atau tidak mereka hanya berdua di ruangan itu.
fasilitas sangat lengkap, ada AC , Televisi, Toilet dan Beranda.
tapi entah kenapa saat malam kedua bapak menginap disana adik ku pulang ke rantau tempatnya kuliah.
Aku menemani bapak di Rumah sakit, belum lama aku tertidur di kasur kosong disebelah kasur bapak, seorang perawat datang membangunkan aku, ” bu ada pasin baru maaf jangan tidur disini…”
aku terbangun dan bergegas pergi, bingung mau tidur dimana, aku hanya membawa sweater dan tas kerja, seadanya kupakai jadi alas tidur dan bantalnya. tidur berpindah -pindah dalam semalam, mencari tempat yang nyaman.
Esoknya aku pulang ke rumah ku bawa karpet untuk persiapan tidur nanti malam, rasa nya jauh lebih tenang saat ada pasien lain disamping bapak, seperti ada kehangatan di ruangan dingin itu. Sayang moment itu hanya satu malam, si bapak yang jadi tetangga bapak ruanya pindah ruangan ke lantai yang berbeda karena membutuhkan tabung oksigen otomatis yang tidak tersedia di ruangan bapak.
Aku melihat, si bapak yang sakit jantung itu begitu akrab dengan istrinya dan keluarganya pun bergantian menjenguk.. hemmm hati kecilku bertanya, kalau keluargaku ada semua dan rukun semua pasti jauh lebih hangat dari malam tadi. walaupun rame adalah keluarga orang lain dan aku hanya ada bapak saja yang tergolek lemah dikasurnya.
Sore harinya, ada pasien baru lagi… kodisinya jauh lebih parah karena sakit stoke mendadak, semenjak masuk anak perempuannya yang soleha terus mengucapkan lafaz Allah dan dzikir menyebut nama Allah, aku turut mendengar ayahnya yang setengah tidak sadarkan diri itupun mengikuti setiap kata yang diucapkan putrinya. Sunggu mengharukan ayah dan anak itu, aku bertanya dalam hati…. kenapa bapak hanya marah dan bualan saja yang keluar dari mulutnya, dan aku kenapa tidak bisa membimbing bapak supaya brzikir.hohoho aku sungguh kagum sama anak permpuan itu, dan kulihat lagi mereka dari keluarga yang utuh, anaknya tiga …. kenapa aku tau karena dokter suka mengetas bapak itu ” nama bapak siapa….. anak bapak berpa orang…. bapak tau ngga ini warna apa ?…..”
Betapa bapak yang sakit itu sangat menyayangi keluarhanya, ia hafal dan nafas yang terpenggal penggal ia semakin drop. Aku pulang ke rumah mengambil baju dan perbekalan.. hanya empat jam aku dirumah, sudah kembali ke RS lagi karena bapak tidak ada yang jaga.
Aku mulai membuat nyaman ruangan beranda kusulap jadi ruangan tempat ku merebahkan diri, menyempatkan terlelap saat bapak tidur.. dan aku mendengarkan Ipod saat menganggur, tak aku duga bapak tetangga yang tadi pagi saat aku pulang masih baik2 saja sore harinya semakin keritis tabung oxygent ditambah gelembung di hidungnya, sungguh miris melihat pasie sekritis itu ada diruangan perawatan, rasanya lebih pantas kalau bapak yang sedang keritis itu ada di ICU, sudah takdir Allah… saat keluarganya mendapat rauang ICU dan ambulance sudah dipesan , pasien akan di mutasi ke RS lain… bapak yang kritis itu tidak tertolong, anak dan istrinya yang selalu menemaninya semalaman sengan kumpulan doa-doa dan dzikirnya, begitu sedih dan menangis haru… mengisyaratkan belum rela mereka berpisah dengan bapaknya.
Aku tak bisa menahan tangisku, melihat adik perempuan yang soleha meminta doa… ” doain ya mba bapak supaya sembuh…” jawabku haya ” iya de, mudah2an segera sembuh” itu percakapan dengan adik perempuan itu sekitar 5 menit sebelum bapak itu meninggal…..aku disana saat malaikat maut mencabut nyawa bapak tadi.
Semoga arwahnya diterima disisi Allah, kata perawat disana bapak itu tergolong bapak yang sayang keluarga.
Sekarang disamping bapak ada pasien baru, nampaknya dari keluarga modern dan harmonis, ibunya sungguh santai walau suaminya sedang sakit candaan dan gurauan sering terucap dari bibirnya untuk suami nya yang sakit dan anaknya yang duduk dilantai menemani ayah mereka. Dua orang anak peempuan dan satu laki-laki. Aku iri sekali melihat keakraban dan keharmonisan keluarga itu, suasana rumah mereka bawa dirungan kami. Sungguh pangling kamar tempat bapak tinggal sekarang, benar-benar hidup dan ceria…. namun bagi ku tetap hanya bapak yang ada disana tergolek lemah dan uwa aku yang tidur dibawah ranjangnya, aku yang duduk di beranda sambil menulis di sini.
Rumah sakit, sekitarku yang ternyata banyak kisah disini, selain duka lara.. musih dan penyakit
ada juga banyak kisah orang-orang yang berbeda. Mereka ada Allah apakah makna dari ini semua, aku menyaksikannya dan ini jadi pengetahuan dan pengalaman baru bagiku. Allah aku hanya titip bapak pada Engkau saja…
semoga lekas sembuh… dan jalan terbaiklah yang aku harapkan Allah… terima kasih.